9 Superkomputer Tercepat Di Dunia

Di era modern saat ini perkembangan dunia berbasis data menuntut kinerja komputer yang digunakan semakin handal. Dari segi grafis, media penyimpanan hingga prosesor. RAM (Random Access Memory) bergiga-giga dibutuhkan untuk mengelola desain gambar dan edit film agar kinerja lebih cepat contohnya. 

Berbagai negara berlomba-lomba membuat sekaligus mengembangkan komputer dengan kemampuan yang handal. Dirakit dengan spesifikasi khusus agar dapat sesuai dengan kebutuhan pemakaian.

Kecepatan komputer dalam mengolah berbagai macam data sering disebut sebagai superkomputer. Dengan spesifikasi khusus superkomputer dapat melakukan pekerjaan seperti pengolahan data dan perhitungan lebih cepat melebihi 100 komputer yang ada saat ini.

Berikut 9 super komputer yang perlu kamu ketahui.

1. Superkomputer Tianhe-2 (National University of Defense Technology, China)
Superkomputer generasi kedua yang dikembangkan oleh National University of Defense Technology China ini bernama Tianhe-2. Tianhe-2 sendiri memiliki arti 'Milkyway' atau 'Bimasakti' nama dari sebuah galaksi yang kita huni. Tianhe-2 menggunakan 3.120.000 inti (core) dengan kecepatan akses 54.902 petaflop/s. Dengan daya sebesar 17.808 kW dibutuhkan untuk mengoperasikan Tianhe-2. Didukung dengan sistem Tianhe-2 (Milkyway-2) dan Intel  Xeon E5-2692 12C 2.200Ghz, TH Express-2. Tak heran jika superkomputer ini menjadi superkomputer tercepat di dunia.

"Superkomputer Tianhe-2 (National University of Defense Technology, China)"

2. Superkomputer Titan (Oak Ridge National Laboratory, Amerika Serikat)
Superkomputer yang dikembangkan oleh Oak Ridge National Laboratory ini dibuat untuk menunjang riset teknologi dan untuk mempelajari bidang kuantum. Jenis sistem yang bekerja pada komputer ini adalah Titan - Cray XK7, Operaton 6274 16C 2.200GHz, Cray Gemini Interconnect, NVIDIA K20x. 

Baca juga: 10 Fakta Burung Tercantik Di Dunia

Titan sendiri menggunakan 560.640 inti (core) dengan kecepatan akses 27.112 petaflop/s. Dengan kebutuhan daya sebesar 8.209 kW untuk mengeporasikannya.

"2. Superkomputer Titan (Oak Ridge National Laboratory, Amerika Serikat)"

3. Superkomputer Sequoia (Lawrence Livermore National Laboratory, Amerika Serikat)
Sequioia dikembangkan oleh Lawrence Livermore National Laboratory, AS. Tujuan pengembangan superkomputer ini adalah untuk menunjang riset sains. 
Dengan menggunakan sistem Sequoia-BlueGene/Q, Power BQC 16C 1.60 GHz. Squioia menggunakan 1.572.864 inti (core), dengan kecepatan akses 20.137 petaflop/s. Dengan daya sebesar 7.890 kW untuk mengoperasikan superkomputer ini.

"3. Superkomputer Sequoia (Lawrence Livermore National Laboratory, Amerika Serikat)"


4. Superkomputer K Computer (RIKEN Advanced Institute for Computational Science, Jepang)
K-Superkomputer adalah salah satu superkomputer yang dikembangkan oleh RIKEN Advance Institute for Computational Science, Jepang. Dibuat dengan tujuan untuk riset sains. 

Baca juga: 8 Meme Kocak Valak The Conjuring 2

Dengan jenis sistem K-Komputer, SPARC64 VIIIfx 2.0 GHz, Tofu Interconnect dan Fujitsu. Berkampuan 705.024 inti (core), didukung dengan kecepatan akses 11.280 petaflip/s. Untuk mengoperasikan K Komputer membutuhkan daya yang tidak sedikit, sebesar 12.600 kW. 

"3. Superkomputer Sequoia (Lawrence Livermore National Laboratory, Amerika Serikat)"


5. Superkomputer Mira (Department of Energy milik Argonne National Laboratory, AS)
Superkomputer Mira dikembangkan oleh Department of Energy milik Argonne National Laboratory, AS. Dibuat untuk menunjang riset sains dan eksplorasi di masa depan tujuan Mira dikembangkan. Dengan sistem yang bekerja pada superkomputer ini adalah SuperMira - BlueGene/Q, Power BQC 16C 1.60 GHz. Superkomputer Mira sendiri menggunakan 786.432 inti (core), dengan kecepatan akses 10.066 petaflop/s. Untuk mengoperasikan Mira membutuhkan daya sebesar 12.660 kW.


"5. Superkomputer Mira (Department of Energy milik Argonne National Laboratory, AS)"
  
6. Superkomputer Pix Daint (Swiss National Supercomputing Centre (CSCS), Swiss)
Superkomputer Pix Daint dikembangkan oleh Swiss National Supercomputing Centre (CSCS), Swiss. Superkomputer ini dibuat dengan tujuan untuk menunjang kebutuhan penelitian sains dan teknologi di masa depan. Sistem yang bekerja pada superkomputer ini adalah Pix Daint - Cray XC30, Xeon E5-2670 8C 2.600 GHz, Aries Interconnect, NVIDIA K20x,  Cray Inc. Pix Daint menggunakan 115.984 inti (core), dengan kecepatan akses 7.788 petaflop/s. Dengan membutuhkan daya sebesar 2.325 kW untuk mengoperasikan superkomputer ini.


"6. Superkomputer Pix Daint (Swiss National Supercomputing Centre (CSCS), Swiss)"

Baca juga: 30 Fakta Golongan Darah O

7. Superkomputer Shaheen II (King Abdullah University of Science and Technology, Saudi Arabia)
Superkomputer Shahee II dikembangkan oleh King Abudullah University of Science and Technology, Saudi Arabia. Dengan tujuan untuk menunjang kebutuhan riset sains negara Arab Saudi. Sistem yang bekerja pada superkomputer ini adalah Shaheen II - Cray XC40, Xeon E5-2698v3 16C 2.3GHz, Aries Interconnect, Cray Int. Shaheen sendiri menggunakan 196.600 inti (core) dengan kecepatan akses 7.235 petaflop/s serta membutuhkan daya sebesar 2.834 kW.


"7. Superkomputer Shaheen II (King Abdullah University of Science and Technology, Saudi Arabia)"


8. Superkomputer Stampede (Texas Advanced Computing Center, University of Texas, AS)
Superkomputer Stampede dikembangkan oleh Texas Advanced Computing Center, University of Texas, AS. Stampede dibuat untuk kebutuhan riset komputasi di Amerika Serikat. Bekerja pada sistem PStampede - PowerEdge C8220, Xeon E5-2680 8C 2.700GHz, Infiniband FDR, Intel Xeon Phi SE10P, Dell. Superkomputer ini menggunakan 462.462 inti (core) dengan kecepatan akses 8.520 petaflop/s. Dibutuhkan daya sebesar 4.510 kW untuk mengoperasikan sumperkomputer ini.


"8. Superkomputer Stampede (Texas Advanced Computing Center, University of Texas, AS)"
  
Baca juga: 30 Fakta Golongan Golongan Darah B

9. Superkomputer Juqueen (Julich Supercomputing Center, Jerman)
Superkomputer Juqueen dikembangkan oleh Julich Supercomputing Center, Jerman. Dibuat untuk menunjang kebutuhan riset sains dan teknologi Jerman. Sistem yang bekerja pada superkomputing ini adalah Jaqueen -BlueGene/Q, Power BQC 16C 1.600GHz, Custom Interconnect, IBM. Jaqueen sendiri menggunakan 458.752 inti (core), dengan kecepatan akses 5.872.0 petaflop/s. Dengan membutuhkan daya sebesar 2.301 kW.


"9. Superkomputer Juqueen (Julich Supercomputing Center, Jerman)"
  
Semoga Indonesia bisa juga mempunyai superkomputer seperti negara-negara maju lainnya. 


EmoticonEmoticon